Mengapa Musik Selalu Menemukan Jalan ke Hati Manusia?
Manusia mungkin dapat hidup tanpa kemewahan, tetapi sulit membayangkan kehidupan tanpa musik. Sejak zaman paling awal peradaban, musik telah hadir dalam ritual, doa, peperangan, perayaan, hingga kesedihan terdalam manusia. Musik tidak hanya menjadi hiburan, melainkan ruang batin tempat manusia menumpahkan sesuatu yang sering kali tidak mampu dijelaskan oleh kata-kata. Karena itu, musik selalu menemukan jalan ke…
Retorika Berantakan dan Bencana Dijadikan Sebagai Ajang Pencitraan
Apakah pemerintah menganggap kita dungu, atau sebenarnya mereka yang tanpa sadar sedang mempertontonkan kedunguan itu? ketika Sumatra masih dipenuhi lumpur, rumah yang hancur, dan warga yang kehilangan keluarganya. Mereka justru sibuk mengurus pencitraan, dan mengeluarkan perkataan yang semakin memperlihatkan kedunguan dari sebuah kepemimpinan. Pemerintah Mengaku Hadir, Tetapi Ucapannya Membuktikan Mereka Tak Pernah Benar-Benar Melihat Warganya. Ketika bencana…

Mengapa Musik Selalu Menemukan Jalan ke Hati Manusia?
Manusia mungkin dapat hidup tanpa kemewahan, tetapi sulit membayangkan kehidupan tanpa musik. Sejak zaman paling awal peradaban, musik telah hadir dalam ritual, doa, peperangan, perayaan,…
Resensi
Tinggal Meninggal: Ketika Berbohong Jadi Alasan untuk Mendapat Perhatian
Ada orang-orang yang hidupnya nyaris tak meninggalkan jejak. Mereka hadir di tengah kita, menjalani perannya setiap hari, tapi keberadaannya jarang…
Membaca Logika Perang Modern Lewat Gundam SEED
Gundam SEED bercerita tentang perang masa depan antara manusia biasa (Naturals) dan manusia hasil rekayasa genetika (Coordinators), sebuah konflik lahir…
Merebut Ruang Kota: Belajar Tentang Kota dari Mereka yang Hampir Tak Punya Tempat
Di setiap kota, ada bagian yang tak pernah masuk dalam peta resmi. Di situlah kehidupan tumbuh dari sisa-sisa ruang yang…
Keluh Kesah Sosial
Apakah pemerintah menganggap kita dungu, atau sebenarnya mereka yang tanpa sadar sedang mempertontonkan kedunguan itu? ketika Sumatra masih dipenuhi lumpur, rumah yang hancur, dan warga…
Bertahun-tahun kuliah gizi, menuntaskan ratusan SKS, begadang demi laporan, menguras biaya jutaan rupiah, serta menjalani praktikum dari laboratorium hingga dapur rumah sakit. Semua dijalani demi…
Kita hidup di masa ketika amarah anak-anak tidak lagi keluar lewat tangis, melainkan lewat tindakan. Ketika ejekan di sekolah dan kesepian di rumah bisa berubah…











